Lompat ke konten utama
Kamus istilah

Apa itu kode barang (SKU) dan bagaimana cara menyusunnya?

Kode barang — yang secara internasional dikenal sebagai SKU (Stock Keeping Unit) — adalah kode internal unik yang dibuat oleh bisnis Anda untuk membedakan setiap produk di gudang, saat pembelian, maupun saat penjualan. Kode ini mencegah salah ambil barang ketika banyak produk memiliki nama yang mirip.

Definisi

SKU (kode barang) adalah kombinasi huruf dan angka yang dirancang sendiri oleh pemilik usaha untuk mengidentifikasi setiap item spesifik di dalam stoknya. Berbeda dari barcode pabrik, struktur SKU ditentukan sesuai kebutuhan toko Anda agar kategori, warna, dan ukuran barang langsung terbaca.

Cara menyusun sistem kode barang yang mudah dibaca

Kode barang yang baik bukanlah urutan angka acak; staf gudang atau kasir seharusnya bisa langsung tahu produk apa yang dimaksud hanya dengan melihat kodenya tanpa membuka detail barang. Cara paling praktis adalah membagi kode menjadi tiga bagian pendek mulai dari kategori utama, ciri produk, hingga ukuran kemasan.

Menjaga pola yang konsisten di seluruh katalog memudahkan Anda saat menambah barang baru dan otomatis mengelompokkan produk sejenis ketika daftar stok diekspor ke Excel. Terapkan empat aturan dasar berikut agar katalog tetap rapi.

  • Gunakan urutan kategori–karakteristik–ukuran: misalnya CAT-PTH-05L untuk ember cat tembok putih ukuran 5 liter.
  • Pakai huruf kapital, angka, dan tanda hubung (-) saja; hindari spasi, garis miring, atau simbol khusus yang sering merusak impor file Excel.
  • Jangan mengawali kode dengan angka nol (program spreadsheet sering menghapus angka nol di depan) dan hindari karakter yang mirip seperti huruf O dan angka 0.
  • Berikan satu kode unik untuk setiap ukuran jual dan jangan pernah memakai ulang SKU barang lama yang sudah tidak dijual untuk produk baru.

Perbedaan kode barang (SKU) dan barcode pabrik

Barcode (EAN atau UPC) didaftarkan oleh produsen mengikuti standar global sehingga angkanya sama persis di toko mana pun produk tersebut dijual. Sebaliknya, kode barang (SKU) bersifat internal khusus untuk bisnis Anda dan mengikuti tata letak gudang atau etalase Anda sendiri.

Selain itu, banyak barang di toko bangunan, bengkel, grosir, atau toko pertanian tidak memiliki barcode cetak pada kemasannya — seperti baut eceran, kabel meteran, produk rakitan sendiri, maupun jasa. Dengan kode barang yang jelas, semua item tersebut tetap mudah dicari, dihitung, dan dimasukkan ke faktur.

Cara menggunakan kode barang di GiroPS

Di GiroPS, setiap kartu produk atau layanan memiliki kolom Barcode dan kolom Kode stok (SKU) yang terpisah. Anda dapat memindai barcode kemasan menggunakan kamera ponsel sekaligus menyimpan kode internal yang mudah dibaca.

Saat membuat penawaran, pesanan, atau faktur, maupun ketika melakukan penghitungan stok, cukup ketik beberapa huruf kode barang untuk menemukan item yang tepat seketika. Jika suatu produk dijual dalam beberapa ukuran atau warna, membuat kartu produk terpisah dengan SKU masing-masing akan menjaga peringatan stok kritis dan biaya rata-rata tertimbang tetap akurat.

Contoh praktis

Contoh: pengkodean di toko cat dan bahan bangunan

Sebuah toko bahan bangunan menjual cat tembok interior dalam tiga warna (putih, krem, abu-abu) dan dua ukuran kemasan (5 liter dan 15 liter). Agar staf tidak salah memilih ukuran saat menyiapkan pesanan, pemilik toko membuat enam kode barang terstruktur: CATINT-PTH-05L, CATINT-PTH-15L, CATINT-KRM-05L, CATINT-KRM-15L, CATINT-ABU-05L, dan CATINT-ABU-15L. Baik di layar ponsel maupun pada PDF pesanan, ukuran 5 liter dan 15 liter langsung terlihat jelas.

Pertanyaan Umum

Apakah saya tetap perlu membuat SKU jika produk sudah punya barcode?

Tidak wajib, tetapi sangat membantu pekerjaan harian. Deretan 13 angka barcode pada faktur atau tabel Excel tidak memberi tahu jenis barang secara kasatmata, sedangkan SKU yang deskriptif langsung mudah dikenali.

Apakah harus membuat dua SKU berbeda jika membeli barang yang sama dari dua pemasok?

Tidak. Selama barang yang Anda jual ke pelanggan persis sama merek, spesifikasi, dan satuannya, gunakan satu kartu produk dan satu SKU. Pembelian dari pemasok berbeda akan masuk ke saldo stok yang sama dan memperbarui biaya rata-rata tertimbang.

Berapa panjang karakter SKU yang ideal?

Antara 8 sampai 14 karakter yang dibagi menjadi tiga blok pendek dengan tanda hubung adalah ukuran paling pas untuk UMKM. Kode yang terlalu panjang mudah terpotong saat dicetak dan rawan salah ketik.

Pantau stok, pelanggan, dan kas di satu tempat

GiroPS berjalan di Android, iOS, dan web. Mulai gratis, lalu pilih paket saat usaha Anda berkembang.